MADE MEKAR EDUCATION: Ekonomi
MADE MEKAR EDUCATION

MEDIA BELAJAR ONLINE


Halo teman teman , pernahkah kalian merasa kaget ketika membeli barang yang harganya tiba-tiba berubah mahal sekali ? padahal sebelumnya harganya murah. Nah dalam kontek kehidupan Ekonomi Nasinal , hal ini bisa menjadi petunjuk bahwa sedang terjadi Inflasi.


Untuk lebih jelasnya kita akan membahas secara mendalam mengenai Inflasi Ekonomi (Pengertian, Penyebab, penggolongan, dan dampak Inflasi). 

Mari disimak dengan baik.

1. Pengertian Inflasi 
Dalam ekonomi, inflasi memiliki pengertian suatu proses meningkatnya harga-harga secara umum dan terus-menerus (kontinu). Dengan kata lain, inflasi merupakan proses menurunnya nilai mata uang secara kontinu. Inflasi merupakan proses suatu peristiwa dan bukan tinggi-rendahnya tingkat harga. Artinya, tingkat harga yang dianggap tinggi belum tentu menunjukkan inflasi. Dianggap inflasi jika terjadi proses kenaikan harga yang terus-menerus dan saling memengaruhi. Penggunaan inflasi digunakan untuk mengartikan peningkatan persediaan uang, yang kadangkala dilihat sebagai penyebab meningkatnya harga. 

2. Penyebab Inflasi 

a. Tarikan permintaan 
tarikan permintaan (Demand pull inflation) (Demand pull inflation) Bertambahnya permintaan terhadap barang dan jasa menyebabkan bertambahnya permintaan faktor-faktor produksi. Meningkatnya permintaan terhadap produksi menyebabkan harga faktor produksi meningkat. Jadi, inflasi terjadi karena kenaikan dalam permintaan total sewaktu perekonomian yang bersangkutan dalam situasi full employment. Inflasi yang ditimbulkan oleh permintaan total yang berlebihan sehingga terjadi perubahan pada tingkat harga dikenal dengan istilah demand pull inflation. 

b. Desakan biaya 
Desakan biaya (Cost push inflation) (Cost push inflation) Inflasi ini terjadi akibat meningkatnya biaya produksi (input) sehingga mengakibatkan harga produk-produk (output) yang dihasilkan ikut naik. 

3. Teori-teori Infasi 
a. Teori Kuantitas 
(Irving Fisher) teori Kuantitas (Irving Fisher) Inflasi diakibatkan oleh dua faktor, yaitu : 
1. jumlah uang yang beredar; 
2. psikologi (harapan) masyarakat mengenai kenaikan harga di masa mendatang.

b. Teori Keynes 
Inflasi terjadi karena: 
1. keinginan masyarakat untuk hidup di luar batas kemampuan ekonominya; 
2. adanya perebutan rezeki antarkelompok. 

c. Teori Strukturalis 
Penyebab inflasi ialah: 
1. kekakuan (ketidakelastisan) penerimaan ekspor; 
2. kekakuan (ketidakelastisan) penawaran bahan makanan.

5. Penggolongan Inflasi 

a. Berdasarkan asal timbulnya inflasi Berdasarkan asal timbulnya inflasi 
1. Inflasi berasal dari dalam negeri, misalnya sebagai akibat terjadinya defisit anggaran belanja yang dibiayai dengan cara mencetak uang baru dan gagalnya pasar yang berakibat harga bahan makanan menjadi mahal. 
2. Inflasi yang berasal dari luar negeri, yaitu inflasi sebagai akibat naiknya harga barang impor. Hal ini terjadi akibat biaya produksi barang di luar negeri tinggi atau adanya kenaikan tarif impor barang.

 b. Berdasarkan cakupan pengaruh kenaikan harga 
Jika kenaikan harga secara umum hanya berkaitan dengan beberapa barang tertentu secara kontinu disebut inflasi tertutup inflasi tertutup (closed inflation), dan apabila kenaikan harga terjadi secara keseluruhan disebut inflasi terbuka inflasi terbuka (open inflation), sedangkan apabila serangan inflasi demikian hebatnya dan setiap saat harga-harga terus berubah dan meningkat sehingga orang tidak dapat menahan uang lebih lama disebabkan nilai uang terus merosot disebut inflasi yang tak terkendali inflasi yang tak terkendali (hyperinflation). 

c. Berdasarkan parah atau tidaknya inflasi 
Berdasarkan parah atau tidaknya inflasi Berdasarkan parah atau tidaknya, inflasi dapat digolongkan: 1. inflasi ringan (di bawah 10% setahun), 
2. inflasi sedang (antara 10%–30% setahun), 
3. inflasi berat (antara 30%–100% setahun), dan 
4. inflasi tak terkendali (di atas 100% setahun) 

6. Dampak Inflasi 
Secara umum, inflasi memiliki dampak positif dan dampak negatif, tergantung parah atau tidaknya inflasi. Apabila inflasi itu ringan, justru mempunyai pengaruh yang positif dalam arti dapat mendorong perekonomian lebih baik, yaitu meningkatkan pendapatan nasional dan membuat orang bergairah untuk bekerja, menabung, dan mengadakan investasi. Sebaliknya, dalam masa inflasi yang parah, yaitu pada saat terjadi inflasi tak terkendali (hiperinflasi) keadaan perekonomian menjadi kacau dan perekonomian dirasakan lesu, orang menjadi tidak bersemangat kerja, menabung, atau mengadakan investasi dan produksi karena harga meningkat dengan cepat, para penerima pendapatan tetap, seperti pegawai negeri atau karyawan swasta, serta kaum buruh akan kewalahan menanggung dan mengimbangi harga sehingga hidup mereka menjadi semakin merosot dan terpuruk dari waktu ke waktu. 
Dampak inflasi : 
a. Bagi pemilik pendapatan tetap dan tidak tetap 
Bagi masyarakat yang memiliki pendapatan tetap, inflasi sangat merugikan. Kita ambil contoh seorang pensiunan pegawai negeri tahun 1990. Pada tahun 1990, uang pensiunnya cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Namun, di tahun 2003 atau tiga belas tahun kemudian, daya beli uangnya mungkin hanya tinggal setengah. Artinya, uang pensiunnya tidak lagi cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Sebaliknya, orang yang mengandalkan pendapatan berdasarkan keuntungan, seperti pengusaha, tidak dirugikan dengan adanya inflasi. Begitu juga dengan pegawai yang bekerja di perusahaan dengan gaji mengikuti tingkat inflasi. 

b. Bagi para penabung 
Inflasi menyebabkan orang enggan untuk menabung karena nilai mata uang semakin menurun. Memang tabungan menghasilkan bunga, tetapi jika tingkat inflasi di atas bunga, nilai uang tetap menurun. Jika orang tidak menabung, dunia usaha dan investasi akan sulit berkembang karena untuk berkembang dunia usaha membutuhkan dana dari bank yang diperoleh dari tabungan masyarakat. 

c. Bagi debitur dan kreditur 
Bagi orang yang meminjam uang kepada bank (debitur), inflasi menguntungkan karena pada saat pembayaran utang kepada kreditur, nilai uang lebih rendah dibandingkan pada saat meminjam. Sebaliknya, kreditur atau pihak yang meminjamkan uang akan mengalami kerugian karena nilai uang pengembalian lebih rendah jika dibandingkan pada saat peminjaman. 

d. Bagi produsen 
Bagi produsen, inflasi dapat menguntungkan Jika pendapatan yang diperoleh lebih tinggi daripada kenaikan biaya produksi. Jika hal ini terjadi, produsen terdorong untuk melipatgandakan produksinya (biasanya terjadi pada pengusaha besar). Namun, jika inflasi menyebabkan naiknya biaya produksi hingga pada akhirnya merugikan produsen, produsen enggan untuk meneruskan produksinya. Produsen dapat menghentikan produksinya untuk sementara waktu, bahkan jika tidak sanggup mengikuti laju inflasi, dapat gulung tikar (biasanya terjadi pada pengusaha kecil).

e. Bagi perekonomian nasional 
Bagi perekonomian nasional : 
1. Investasi berkurang. 
2. Mendorong tingkat bunga. 
3. Mendorong penanam modal yang bersifat spekulatif. 
4. Menimbulkan kegagalan pelaksanaan pembangunan. 
5. Menimbulkan ketidakpastian keadaan ekonomi pada masa yang akan datang. 
6. Menyebabkan daya saing produk nasional berkurang. 
7. Menimbulkan defisit neraca pembayaran. 
8. Merosotnya tingkat kehidupan dan kesejahteraan masyarakat.



TUGAS BERSTRUKTUR MANDIRI 
Jawablah pertanyaan berikut ini dengan singkat dan jelas !

1. Apakah kalian sudah membaca dengan baik materi diatas ?
2.Apa yang dimaksud dengan inflasi ?
3.. Kenapa bisa terjadi Inflasi, penyebabnya apa , sebutkan minimal 2 penyebab?

4. Apa dampaknya jika terjadi Inflasi , sebutkan dampak inflasi minimal 2?
5. Menurut kalian bagaimana cara mengatasi Inflasi ?





Sumber belajar :
Gunardi, Tom. 1985. Sistem Perekonomian menurut Pancasila dan UUD 1945, Bandung, Angkasa.

 Laporan Tahunan Annual Report 2000. 2000. Jakarta: 

Pelni. Mubiyarto. Prof. Dr.. 1980. Ilmu Ekonomi, Ilmu Sosial, dan Keadilan. Jakarta: Yayasan Agro Ekonomika. 

Samuelson, P.A. 1986. Ekonomi. Jakarta: Erlangga.
View Details

Halo teman-teman , ketemu lagi di BACAHUB.COM.
Pada pertemuan kali ini kita akan melanjutkan pembahasan mengenai konsumsi.

Nah kalian masih ingatkan dengan permintaan dan penawaran ?
Jadi permintaan dan penawaran tersebut dipengaruhi oleh faktor Konsumsi.

Nah langsung saja kita bahas, apa itu konsumsi , tujuan konsumsi, dan prilaku Konsumen.

a. Pengertian Konsumsi

Dalam pengertian ekonomi, konsumsi diartikan sebagai kegiatan manusia mengurangi atau menghabiskan nilai guna suatu barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhan, baik secara berangsur-angsur maupun sekaligus habis. Pihak yang melakukan konsumsi disebut konsumen. 

b. Tujuan Konsumsi 
Tujuan Konsumsi Kegiatan konsumsi yang dilakukan manusia bertujuan untuk memenuhi kebutuhan hidup atau untuk memperoleh kepuasan setinggi-tingginya sehingga tercapai tingkat kemakmuran. Dengan adanya lapisan masyarakat yang berbeda-beda, tujuan konsumsi juga berbeda pula. Pada masyarakat tradisional yang ditandai dengan peradaban yang belum maju dan kebutuhan masih sederhana, kegiatan konsumsi bertujuan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari guna mempertahankan kelangsungan hidup. Sedangkan pada masyarakat modern, tujuan konsumsi sudah berubah bukan hanya sekadar mempertahankan hidup, tetapi lebih banyak diarahkan untuk kepentingan kesenangan dan prestise (harga diri). 


2. Perilaku Konsumen 

a. Kepuasan Konsumen terhadap Produk 

Tujuan utama dari konsumen dalam mengonsumsi suatu produk adalah untuk memaksimalkan kepuasan total (total utility). Kepuasan total dapat didefinisikan sebagai suatu keadaan yang mencerminkan kebutuhan, keinginan, dan harapan konsumen dapat terpenuhi melalui produk yang dikonsumsi. Jika kepuasan total konsumen dapat dimaksimalkan maka barang tersebut akan memiliki nilai tukar dan nilai pakai yang tinggi. Artinya, jika suatu barang dapat memenuhi kebutuhan, keinginan, dan harapan konsumen maka konsumen akan bersedia membayar dengan harga yang lebih tinggi. 

Menurut Vincent Gasperz, terdapat faktor-faktor yang memengaruhi penilaian dan dugaan/pengharapan (ekspektasi) konsumen terhadap suatu barang, yaitu sebagai berikut :

1. Kebutuhan dan keinginan Jika kebutuhan dan keinginan konsumen besar maka penilaian dan pengharapan konsumen juga besar, demikian pula sebaliknya. Jika kebutuhan dan keinginan kecil maka penilaian dan pengharapan konsumen juga kecil.

2. Pengalaman masa lalu Pengalaman mengonsumsi produk yang sama atau produk lainnya yang sama fungsinya. 

3. Pengalaman dari teman Teman Anda ada yang pernah mengonsumsi suatu produk sebelum Anda, akan menceritakan kepada Anda kualitas produk tersebut sehingga dapat menambah atau mengurangi penilaian dan pengharapan Anda terhadap produk yang akan Anda konsumsi. 

4. Komunikasi iklan dan pemasaran Iklan dan pemasaran dapat mengubah pengharapan Anda terhadap suatu barang. Mungkin saja pengharapan Anda terhadap suatu produk tertentu karena penyajian dan pemasaran yang baik.


b. Karakteristik produk yang diinginkan konsumen 

Konsumen biasanya menginginkan produk yang memiliki karakteristik lebih murah, lebih cepat, dan lebih baik. Karakteristik lebih murahberkaitan dengan biaya produksi suatu produk. Artinya, jika produsen dapat menghasilkan produk yang lebih murah konsumen akan lebih tertarik karena faktor harga merupakan pertimbangan paling penting bagi konsumen dalam melakukan pembelian. Biasanya produk yang lebih murah lebih diinginkan oleh konsumen dibandingkan produk yang sama dengan harga yang lebih mahal. Karakteristik lebih cepat lebih cepat lebih cepat berkaitan dengan waktu. Artinya, konsumen menginginkan produk yang mudah didapat serta ada di mana saja. Jadi, konsumen tidak perlu pergi jauh-jauh hanya untuk mendapatkan suatu produk. Karakteristik lebih baik berkaitan dengan kualitas produk. Kualitas lebih baik merupakan faktor yang cukup berperan dalam pengambilan keputusan pembelian. Produk dengan kualitas yang lebih baik diinginkan oleh konsumen dibandingkan produk yang sama dengan kualitas lebih jelek.

c. Pengeluaran untuk konsumsi 

Pengeluaran untuk konsumsi Besar kecilnya konsumsi yang dilakukan oleh konsumen (perilaku konsumen) tergantung pada faktor-faktor berikut. : 
1. Selera (Taste) Selera adalah keinginan yang muncul dari dalam hati seseorang karena adanya daya tarik/rangsangan terhadap suatu benda atau jasa sangat dipengaruhi oleh faktor psikologis konsumen. Jika selera rendah, konsumsi pun rendah, sebaliknya jika selera tinggi, jumlah konsumsi pun akan tinggi pula.

2. Tingkat pendapatan Besar kecilnya tingkat pendapatan yang diterima oleh seseorang sangat berpengaruh terhadap besar kecilnya pengeluaran untuk konsumsi. 

3. Kebiasan dan sikap hidupHal ini menyangkut perilaku yang sering muncul dan dilakukan oleh konsumen, misalnya hidup hemat atau sebaliknya hidup senang atau boros. 

4. Lingkungan tempat tinggalManusia selalu hidup beradaptasi atau dipengaruhi oleh lingkungannya sehingga pola konsumsi pun dapat dipengaruhi oleh lingkungan. 

5. Alat distribusiPengadaan jumlah barang di suatu tempat tergantung pada alat distribusi yang digunakan. Semakin baik alat transportasi yang digunakan, semakin besar pengeluaran yang digunakan untuk konsumsi.


Nah jadi menjadi sebagai Konsumen kita sepatutnya dapat memilih dan memilah barang mana yang akan kita beli untuk digunakan dalam memenuhi kebutuhan Hidup. Jangan sampai kita membeli barang yang sebenarnya tidak kita butuhkan.

Semoga materi ini dapat memberikan pemahaman kepada kalian mengenai Konsumsi dan Konsumen.




TUGAS MANDIRI BERSTRUKTUR

Jawablah pertanyaan berikut dengan Singkat dan jelas !
1. Apa yang dimaksud dengan Konsumsi ?
Jawab .....................................................................

2. Siapa yang dimaksud dengan Konsumen ?
Jawab.....................................................................

3. Sebutkan apa saja faktor yang mempengaruhi besar kecilnya konsumsi yang dilakukan oleh konsumen ?
Jawab.........................................................................




Sumber belajar :

Anoraga, Pandji, dan Ninik Widyanti. 1992. Pasar Modal: Keberadaan dan Manfaatn a bagi Pembangunan. Jakarta: Rineka Cipta. 

Boediono, Dr. 2002. Ekonomi Mikro Edisi Kedua. Yogyakarta: BPFE. Collins. 1999. Kamus Lengkap Ekonomi. Jakarta: Erlangga. 

Ekawati, Endang, Dra, dkk. 2004. Pengetahuan Sosial. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Direktorat Pendidikan Lanjutan Pertama. Encarta 2005, Reference Librar Premium, Microsoft Corporation. 

Gasperz, Vincent. 2001. Ekonomi Managerial, Pembuatan Keputusan Bisnis. Edisi Kedua. Jakarta: Gramedia. Gunardi, Tom. 1985. Sistem Perekonomian menurut Pancasila dan UUD 1945, Bandung, Angkasa.


View Details
Halo teman-teman Bacahub, apa kabar kalian ? Semoga kalian dalam keadaan sehat dan baik-baik saja ya. 
Pada pertemuan kali ini kita akan membahas tentang Ilmu Ekonomi itu sendiri dapat dikelompokkan kedalam Dua Ilmu Ekonomi.

Baik, kita langsung saja membahas apa saja pengelompokkan Ilmu Ekonomi itu.


Pengelompokan ilmu ekonomi kembali terjadi pada tahun 1930-an dan para ahli membaginya menjadi dua yaitu Ekonomi Makro (macroeconomics) dan Ekonomi Mikro (microeconomics). 

1. Ekonomi Mikro (microeconomics)Ilmu ekonomi mikro adalah cabang dari ilmu ekonomi yang mempelajari perilaku konsumen dan perusahaan serta penentuan harga-harga pasar dan kuantitas faktor input, barang, dan jasa yang diperjualbelikan. 

Ekonomi mikro meneliti bagaimana berbagai keputusan dan perilaku tersebut mempengaruhi penawaran dan permintaan atas barang dan jasa, yang akan menentukan harga; dan bagaimana harga, pada gilirannya, menentukan penawaran dan permintaan barang dan jasa selanjutnya. Individu yang melakukan kombinasi konsumsi atau produksi secara optimal, bersama-sama individu lainnya di pasar, akan membentuk suatu keseimbangan dalam skala makro; dengan asumsi bahwa semua hal lain tetap sama (ceteris paribus). 

2. Ekonomi Makro (macroeconomics) Kebalikan dari ekonomi makro ialah ekonomi makro, yang membahas aktivitas ekonomi secara keseluruhan, terutama mengenai pertumbuhan ekonomi, infl asi, pengangguran, berbagai kebijakan perekonomian yang berhubungan, serta dampak atas beragam tindakan pemerintah (misalnya perubahan tingkat pajak) terhadap hal-hal tersebut. 

Ekonomi makro atau adalah studi tentang ekonomi secara keseluruhan, menjelaskan perubahan ekonomi yang mempengaruhi banyak rumah tangga (household), perusahaan, dan pasar. Ekonomi makro dapat digunakan untuk menganalisis cara terbaik untuk mempengaruhi target-target kebijaksanaan seperti pertumbuhan ekonomi, stabilitas harga, tenaga kerja dan pencapaian keseimbangan neraca yang berkesinambungan.


Jadi kalian sudah paham ya mengenai Ekonomi Micro dan Ekonomi Macro.
Nah untuk materi ini tidak ada Tugas , cukup kalian pelajari dan pahami saja ya.
View Details
Halo teman-teman , sebelum belajar secara mendalam mengenai ILMU EKONOMI, kalian harus tau dulu apa sih itu EKONOMI , dan bagaimana bisa muncul Ilmu Ekonomi ini , untuk apa ?

Nah itulah pertanyaan mendasar yang akan kita bahas dalam materi pengetahuan dasar tentang Ekonomi ini.



Mari kita langsung saja membahas materi tentang Ekonomi ini.

Manusia sering mengeluhkan hidupnya memiliki banyak sekali masalah. Tidak seorang pun yang hidup di dunia ini yang tidak memiliki masalah baik masalah kecil maupun masalah yang besar yang dapat mengancam kehidupannya. Apakah yang menyebabkan permasalahan itu timbul? Bagaimana cara mengatasinya? Untuk dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut kita harus mengetahui apa yang dimaksud dengan masalah. Para ahli mengartikan bahwa masalah adalah kesenjangan antara harapan dan kenyataan. Jadi, semakin banyak kita memiliki harapan, semakin banyak pula harapan yang mungkin tidak terkabul. Hal tersebut yang biasanya akan menimbulkan masalah.

Lalu kemudian apa hubungannya masalah tersebut dengan Ekonomi ?
Berikut penjelasannya 

MASALAH INI BERMULA DARI KEBUTUHAN.

Manusia mempunyai kebutuhan yang harus dipenuhi seperti Makanan, pakaian, rumah, sepeda, sepeda motor, mobil bahkan rumah. Selain itu, masih banyak kebutuhan manusia yang lain, baik yang berupa barang maupun jasa. Beragamnya barang dan jasa itu merupakan bukti bahwa kebutuhan manusia sangat bervariasi. 
Di sisi lain, sumber daya untuk memenuhi kebutuhan manusia bersifat langka. Di sinilah ilmu ekonomi memegang peranannya, yaitu menentukan pilihan penggunaan sumber daya yang terbatas untuk memenuhi kebutuhan. Dalam kehidupan kita di masyarakat sering kita menemukan begitu banyaknya manusia sibuk dengan pekerjaannya masing-masing. Mereka melakukan pekerjaan itu dengan tujuan memperoleh penghasilan. Penghasilan ini akan mereka gunakan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Apakah anda juga sudah bekerja dan memperoleh penghasilan untuk memenuhi kebutuhan hidup? Apakah kebutuhan itu dapat tercukupi? Kebutuhan manusia tidak terbatas sementara alat pemuas kebutuhan terhadap barang dan jasa sangat terbatas. Oleh sebab itu, kita perlu selektif untuk memenuhi kebutuhan. Banyak cara yang dapat kita lakukan untuk memenuhi kebutuhan salah satunya bersikap hemat dan pemenuhan kebutuhan didasarkan pada tingkat kepentingannya. Adanya kebutuhan akan mendorong manusia melakukan kegiatan produksi dan distribusi. Dengan demikian, selama ada kebutuhan, selama itu pula ada kegiatan ekonomi untuk memenuhinya. 

Dari uraian diatas dapatkah kalian menyimpulkan apa itu EKONOMI ?

Ilmu Ekonomi diartikan sebagai sebuah ilmu yang khusus mengkaji dan mempelajari tindakan-tindakan manusia untuk memenuhi kebutuhannya yang tak terbatas dengan potensi alat pemuas yang sifatnnya terbatas.

ADA 3 hal mendasar yang harus kalian pahami , sebelum belajar lebih jaub tentang Ilmu ekonomi . 
apa saja itu ?

1.Prinsip ekonomi adalah tindakan dengan pengorbanan tertentu untuk mendapatkan hasil sebesar-besarnya, atau tindakan dengan pengorbanan sekecil-kecilnya untuk mendapatkan hasil tertentu. 
Biasanya seorang pengusaha pasti punya Prinsip ekonomi untuk mendapatkan keuntungan. 
Contoh nya Pak Budi jual Baju, Pak budi mengambil barang baju dari pabrik dengan harga 20.000, dan dia jual 25 .000 , artinya pak budi berkorban 20.000 dan dapat penghasilan 25.000.


2. Motif  Ekonomi 

Anda mungkin pernah mengalami ketika anda akan membeli baju anda dihadapkan pada dua pilihan, harga Rp. 100.000 untuk 1 baju dengan kualitas bagus, atau Rp.100.000 dapat 3 potong baju dengan kualitas biasa? Tindakan yang anda ambil termasuk kedalam motif ekonomi. Jadi Motif ekonomi adalah alasan yang mendorong manusia untuk melakukan tindakan ekonomi. 

Motif ekonomi dibagi 2 yaitu motif ekonomi individu dan motif ekonomi perusahaan. 

Motif ekonomi individu antara lain : 
a. Motif memenuhi kebutuhan 
b. Motif mencari kekuasaan ekonomi 
c. Motif mencari penghargaan 
d. Motif sosial 

Sedangkan motif ekonomi perusahaan antara lain : 
a. Motif mencari laba 
b. Motif menghasilkan produk tertentu dengan biaya seminimal mungkin 
c. Motif menjaga kontinuitas perusahaan 

3. Hukum ekonomi adalah suatu hubungan sebab akibat atau pertalian peristiwa ekonomi yang saling berhubungan satu dengan yang lain dalam kehidupan ekonomi sehari-hari dalam masyarakat. Contoh hukum ekonomi : (1) Jika harga sembako atau sembilan bahan pokok naik maka harga-harga barang lain biasanya akan ikut merambat naik.



Untuk memperdalam pengetahuan kalian tentang EKONOMI , kalian bisa menonton video berikut ini 
Klik link berikut ini ----> https://youtu.be/-tuVMoC-77Q 

Untuk mengetahui sejauh mana pengetahuan kalian tentang EKONOMI , silakan jawab pertanyaan berikut ini :

TUGAS MANDIRI BERSTRUKTUR


1. Menurut kalian apa itu Ekonomi ?
2. Buatlah minimal 1 contoh Motif Ekonomi !

View Details

Hallo teman-teman bacahub, dalam materi kali ini kita akan membahas dan belajar tentang masalah pokok ekonomi yang muncul dalam upaya pemenuhan kebutuhan manusia. 

Pada pembahasan diawal dalam jenis-jenis kebutuhan manusia yang begitu banyak, dalam pemenuhannya menimbulkan masalah, masalah dalam pemenuhan kebutuhan Ekonomi ini disebut masalah Pokok Ekonomi, pada dasarnya masalah Pokok Ekonomi dapat dibedakan menjadi dua masalah yaitu Masalah Ekonomi Klasik, dan Masalah Ekonomi Modern.

1.      Masalah ekonomi Kalasik

Menurut teori ekonomi klasik, masalah pokok ekonomi dapat digolongkan menjadi tiga
permasalan utama:
a. Masalah Produksi
Agar dapat memenuhi kebutuhan manusia, maka barang dan jasa harus tersedia. Demi memenuhi hal ini, produsen harus mengetahui barang dan jasa apa saja yang dibutuhkan masyarakat.

b. Masalah Distribusi
Masalah lain adalah bagaimana produk bisa terdistribusi secara baik hingga sampai ke tangan konsumen yang membutuhkan. Sistem distribusi klasik adalah melalui transaksi langsung antara produsen dengan konsumen yang dilakukan di pasar (pasar nyata).

C. Masalah Konsumsi
Setelah barang dan jasa sampai di konsumen, permasalahan selanjutnya adalah; apakah barang tersebut akan dikonsumsi atau malah terbuang sia-sia karena barang yang tidak tepat, tidak dibutuhkan, tidak diinginkan dan harganya tidak terjangkau. Ini juga menjadi permasalahan lain yang harus bias dijawab oleh produsen selaku pembuat produk. Di sisi lain, sebagai konsumen, kita harus bisa meningkatkan pendapatan supaya dapat menjangkau produk yang kita inginkan.

2.      Masalah ekonomi Modern

Perhatikanlah gambar diatas !, jika kalian pernah mengunjunginya kalian pasti tahu bahan baku yang dibutuhkan, cara membuat atau masalah-masalah yang ada. Seperti, penyediaan bahan baku, tenaga kerja, permodalan dan sebagainya. Dalam upaya mencukupi kebutuhan tersebut timbul pokok masalah mendasar yang menjadi pertanyaan dan harus dipecahkan, meliputi: Apa yang dapat diproduksi? Bagaimanakah cara memproduksi? Dan kepada siapa saja produksi tersebut akan dijual?

Pokok masalah ekonomi modern didasarkan pada kelangkaan dan pilihan. Masalah kelangkaan menjadi penyebab masalah dalam memilih (problem of choice) sehingga muncullah empat pertanyaan mendasar tentang what, how, who dan for whom yang dirumuskan dalam tiga pertanyaan, yaitu :

a. Barang dan Jasa Apa yang Diproduksi dan Seberapa Banyak (what?)


Masalah pokok pertama yang penting dalam ekonomi adalah bagaimana produsen dapat menentukan barang dan jasa apa yang diproduksi. Apakah akan memproduksi bahan makanan, obat-obatan, senjata, mesin industri, peralatan elektronik, mainan anak dsb. Masyarakat tidak mungkin memproduksi semua jenis benda pemuas kebutuhan tersebut. Selain itu, banyaknya jumlah produk juga harus diperhitungkan.
Kenapa? Ini tentu karena kalau sampai salah perhitungan, produsen akan mengalami kerugian, bahkan, bisa bangkrut karena barangnya menumpuk sia-sia. Untuk dapat mengetahui secara tepat perlu dilakukan penelitian atau survey pasar.
Contoh nya memiliki sebidang tanah yang terletak di tepi jalan raya, akan diapakan tanah tersebut? ditanami kedelai, jagung, dijadikan kebun tanaman hias, atau dibangun ruko? begitu juga jika memiliki sejumlah dana, akan digunakan untuk memproduksi apa dan berapa jumlahnya, agar diperoleh keuntungan yang maksimum.
Pertanyaan pertanyaan tersebut harus dicari jawabannya dengan cermat. Hal ini mengingat kesalahan dalam memberi jawaban akan berakibat tidak terpenuhinya kebutuhan masyarakat sehingga keuntungan yang akan diperoleh produsen menjadi hilang.

b. Bagaimana Cara Memproduksi Barang Tersebut(how?)
Setelah barang dan jasa sudah ditentukan jenis dan jumlahnya, maka masalah selanjutnya adalah teknik produksinya. Dengan sumberdaya yang ada, produsen harus bisa menentukan teknik produksi yang paling efi sien untuk mereka. Berapa banyak jumlah karyawan. Teknik apa yang digunakan. Selain itu, produsen juga harus bisa menentukan apakah akan memproduksei dengan tenaga manusia, atau bantuan mesin.
faktor-faktor penting yang dipertimbangkan antara lain:
• Bagaimana memilih kombinasi sumberdaya yang digunakan , yaitu sumber daya alam, sumber daya manusia dan sumber daya modal, sehingga diperoleh hasil optimal dalam pemenuhan kebutuhan masyarakat.
• Bagaimana mengelola biaya produksi agar dengan biaya minimum diperoleh laba maksimum.
• Manakah yang harus lebih dominan, intensifi kasi modal (lebih banyak menggunakan mesin/peralatan) atau intensifi kasi tenaga kerja (padat karya)? Cara produksi padat karya mungkin hasilnya kurang banyak, tetapi memberikan kesempatan kerja bagi orang banyak.
• Bagaimana kestabilan harga dan nilai uang serta pengaruh ekonomi dunia

c. Untuk Siapa Barang Tersebut Diproduksi? (for whom?)
Masalah ini menyangkut soal siapa yang memerlukan barang/jasa, dan, siapa saja yang akan ikut menikmati hasilnya. Pada dasarnya, keuntungan dari barang dan jasa yang diproduksi bukan hanya untuk konsumen saja. Melainkan ada pihak-pihak lain yang menerima keuntungan. Seperti misalnya, karyawan akan menerima pendapatan, pemilik bahan baku akan mendapat upah, pemilik modal akan menerima bunga modal, dan tentunya, produsen juga akan menerima keuntungan dari hasil penjualan
produknya. Oleh karena itu, masalah ini sangat berkaitan dengan “siapa saja yang mendapat untung” dari diproduksinya barang dan jasa, sehingga produsen harus bisa menyelesaikan masalah ini.

Untuk merumuskan jawaban dari pertanyaan “untuk siapa” hal-hal yang perlu dipertimbangkan antara lain:
• Siapa pengguna atau pemakai produk yang diproduksi?
• Bagaimana cara distribusi agar barang atau jasa sampai pada konsumen?
• Apakah angkatan kerja mendapat pekerjaan atau tempat mencari nafkah?

Setelah ada penentuan yang jelas tentang barang atau jasa apa yang akan diproduksi,bagaimana cara memproduksi dan untuk siapa barang diproduksi (what, how, dan for whom) langkah selanjutnya adalah melaksanakan produksi sesuai rencana tersebut.

View Details
Hai Bacahubers, pernahkah kalian mengalami motor mogok , dan gara -gara minyak BBM nya habis ? kemudian kalian mengalami kesusahan mencari minyak , yang jual gak ada , terus motornya gimana dong ? 



Nah itulah yang akan terjadi jika sumber daya alam tidak tersedia lagi untuk memenuhi kebutuhan hidup . Itulah kenapa kita sering diminta untuk pola hidup IRIT atau HEMAT . Hemat listrik, kalau siang matiin lampu, kalau TV gak dinonton ya dimatiin. 

Pada setiap bidang kehidupan, terlihat adanya kelangkaan. Di daerah perkotaan banyak tanah digunakan untuk tempat pemukiman sehingga lahan untuk pertaniansangat kurang. Seseorang
baru dapat memperoleh sumber daya setelah mengeluarkan berbagai pengorbanan. Namun demikian ternyata masih ada juga yang tidak mampu memperolehnya, apakah karena memang sudah habis, jumlahnya sedikit atau mereka tidak mampu mengeluarkan pengorbanan yang disyaratkan. Keadaan benda pemuas yang terbatas inilah yang disebut dengan kelangkaan.


Jadi, kelangkaan adalah kondisi dimana kita tidak mempunyai cukup sumber daya untuk
memuaskan kebutuhan.

Kelangkaan menurut ilmu ekonomi mengandung dua pengertian, yaitu:
a. Langka; karena jumlahnya tidak mencukupi dibandingkan dengan jumlah kebutuhan.
b. Langka; karena untuk mendapatkannya dibutuhkan pengorbanan



Tahukah kalian apa yang menyebabkan benda pemuas kebutuhan itu langka

Kelangkaan benda pemuas kebutuhan itu terjadi karena beberapa sebab:

a. Terbatasnya persediaan sumber alam.
b. Terbatasnya kemampuan manusia untuk mengolah alam.
c. Meningkatnya kebutuhan manusia yang lebih cepat dari kemampuan manusia untuk menghasilkan atau belum ditemukannya sumber-sumber baru.
d. Bencana alam
e. Konfl ik/perang



Kalian masih yakin bahwa air masih ada ? Ayuk kita gunakan sumber daya alam dengan smart dan hemat agar kita tidak mengalami KELANGKAAN.

Semoga kalian bisa memahami ya, pengertian kelangkaan dan penyebab kelangkaan tersebut.


Tim BACAHUB



Sumber belajar/daftar pustaka : 
Rudianto, 2014, Ekonomi untuk Sma Kelas X, Depok, Arya Duta.
Eko Yuli, 2009, Ekonomi untuk Sma Kelas X, Pusat perbukuan Departemen Pendidikan
Nasional , jakaerta, Mitra Media Pustaka
View Details

Haloo teman-teman BACAHUB, 
Apakah kalian sudah makan ? sudah minum ? sudah sembahyang ?
Jika kalian tidak makan, tidak minum dan tidak sembahyang seharian , apa yang kalian rasakan. nah makan, minum dan juga sembahyang adalah bagian dari kebutuhan manusia. 
Dalam pembahasan materi kali ini kita akan membahas mengenai jenis jenis kebutuhan manusia dalam konteks Ekonomi.



PEMBAHASAN



PENGERTIAN KEBUTUHAN

Kebutuhan adalah segala sesuatu yang diperlukan manusia terhadap benda atau jasa
yang dapat memberikan kepuasan dan kemakmuran kepada manusia itu sendiri, baik
kepuasan jasmani maupun kepuasan rohani. 



Kebutuhan merupakan suatu hal yang harus dipenuhi agar manusia dapat bertahan
hidup. Kebutuhan manusia sifatnya tidak terbatas.

 Sebagai contoh: 
ketika seseorang belum memiliki rumah, maka ia menginginkan rumah. Namun ketika telah memiliki rumah, selanjutnya memikirkan bagaimana rumah itu memiliki perabot. Apakah cukup sampai di situ? Tentu saja tidak! Kenyataan menunjukkan bahwa, jika suatu kebutuhan terpenuhi maka kebutuhan lainnya akan muncul. Untuk sementara waktu seseorang tadi mungkin telah merasa puas telah memiliki rumah berikut dengan isi perabotnya. Namun, suatu ketika ia masih akan menginginkan mobil, villa, dan lain sebagainya yang jika disebutkan satu persatu tidak akan cukup karena terlalu banyak jenis kebutuhan manusia yang harus dipenuhi.


JENIS -JENIS KEBUTUHAN 
Secara garis besar, jenis kebutuhan manusia dapat kita bagi menjadi empat kelompok, yaitu :1. Kebutuhan menurut Tingkat IntensitasMenurut intensitas penggunaannya, kebutuhan dapat dibagi menjadi kebutuhan primer,
sekunder, dan tersier.

a. Kebutuhan primer adalah jenis kebutuhan yang harus dipenuhi agar manusia dapat mempertahankan hidupnya. Agar dapat hidup, manusia harus makan, minum, dan berpakaian. Selain itu, manusia memerlukan tempat tinggal atau rumah.
b. Kebutuhan sekunder. Setelah manusia dapat memenuhi kebutuhan primernya, manusia juga masih memerlukan kebutuhan lainnya yang bersifat pelengkap dan sering disebut sebagai kebutuhan sekunder. Misalnya, manusia perlu sepeda, kipas angin, meja, kursi, kulkas, dan peralatan lainnya yang berfungsi untuk meningkatkan kenyamanan.
c. Kebutuhan tersier. Pada umumnya, seseorang masih merasa belum cukup meskipun dia telah dapat memenuhi kebutuhan primer dan sekundernya. Dia masih memerlukan hal-hal lain yang tingkatannya lebih tinggi. Dia masih memiliki keinginan untuk memiliki mobil, piano, serta kebutuhan mewah lainnya. Karena dengan pemakaian barangbarang mewah dianggap dapat menaikkan status sosial seseorang.
  

2. Kebutuhan Menurut SifatJenis kebutuhan ini dibagi atas dasar sasaran dari alat pemuas kebutuhan yang digunakan,
yaitu:
a. Kebutuhan jasmani adalah kebutuhan yang berhubungan dengan jasmani. Kebutuhan jasmani antara lain pakaian, makanan, dan minuman. Kebutuhan ini seringkali dipersamakan dengan kebutuhan primer.
  

b. Kebutuhan rohani adalah kebutuhan yang bersifat kejiwaan. Misalnya, agar terhindar
dari kebosanan rutinitas sekolah, kita perlu menghibur diri dengan mendengarkan musik atau menonton fi lm. Sebagai makhluk beragama, kita pun ingin menjalankan ibadah dengan baik. 

3. Kebutuhan menurut subjekMenurut subjek yang membutuhkan, kebutuhan dapat dibedakan menjadi kebutuhan individual dan kebutuhan umum.


a. Kebutuhan individual, menunjuk pada kebutuhan tiap-tiap orang yang berbeda-beda. Suatu misal, Petani membutuhkan cangkul dan pupuk. Sedangkan guru membutuhkan buku pelajaran dan kapur tulis.
b. Kebutuhan umum, berhubungan dengan penggunaan barang dan jasa oleh banyak orang. Sebagai contoh, jalan raya atau jembatan penyeberangan digunakan oleh semua orang yang akan menyeberangi jalan.



4. Kebutuhan menurut waktuKebutuhan dibedakan atas dasar waktu pemenuhan, yaitu:

a. Kebutuhan sekarang adalah kebutuhan mendesak yang harus dipenuhi saat ini. Misalnya, orang yang sakit harus segera berobat agar sembuh, orang yang lapar harus segera makan, dan orang yang haus harus segera minum.

b. Kebutuhan yang akan datang adalah kebutuhan yang sifatnya tidak mendesak dan dapat ditunda sampai dengan waktu yang telah ditentukan. Kebutuhan ini berhubungan dengan persediaan atau persiapan untuk waktu yang akan datang. Misalnya, orang tua menabung untuk persiapan uang sekolah anaknya atau untuk berekreasi bersama keluarga

  

Nah itu dia ya empat jenis kebutuhan manusia dalam kajian Ilmu Ekonomi, lumayan banyak kan. Tentunya saking banyaknya kebutuhan manusia ini tentunya jumlah barang pemenuh kebutuhan ini terbatas, jadi secara logika pasti ada manusia yang tidak bisa mendapatkan kebutuhannya karena keterbatasan persediaannya. 

Situasi keterbatasan ketersediaan barang dinamakan KELANGKAAN, 
Nah simak terus ya di bacahub, dalam materi selanjutnya kita akan membahas tentang kelangkaan. 

Jadi bisa dipahami ya apa itu Kebutuhan dan jenis jenis kebutuhan manusia. 



TUGAS MANDIRI BERSTRUKTUR


1. Buatlah minimal 3 contoh barang atau jasa yang termasuk kebutuhan primer ?
   (ini hanya jawaban 
   CONTOH KEBUTUHAN PRIMER : 
    A. BERAS 
   B ........
   C. ....... 
Dan lainnya)

2. Buatlah minimal 3 contoh barang atau jasa yang termasuk kebutuhan skunder ?

3.Buatlah minimal 3 contoh barang atau jasa yang termasuk kebutuhan tersier ?




Tim BACAHUB

Sumber belajar/daftar pustaka kajian : 
Alam dan Rudiyanto, 2013, Ekonomi untuk SMA dan MA kelas X kurikulum 2013 yang
disempurnakan, Erlangga
Kinanti, Nella, 2014, Ekonomi untuk SMA dan MA kelas X kelompok peminatan ilmu sosial,
Yrama Widya, Bandung
Mulyani Endang, 2015, Ekonomi 1 untuk kelas X SMA dan MA kelompok peminatan ilmu
sosial, Tiga Serangkai Pustaka Mandiri
  

  
View Details


Halo BACAHUBER....
Jika kalian masih belum memahami materi Ekonomi , salah satunya apa itu Kegiatan Ekonomi.
Nah sebelumnya jika kalian belum mengetahui apa sih itu Ekonomi ?

Nah kalau Ekonomi itu artinya Ilmu yang mempelajari prilaku manusia dalam memenuhi kebutuhan nya yang tak terbatas , sementara barang pemenuh kebutuhan itu sifatnya terbatas.


PEMBAHASAN

apa itu Kegiatan Ekonomi ?
Kegiatan Ekonomi, artinya segala aktivitas yang dilakukan untuk memperoleh pendapatan(nilai tambah) untuk memenuhi kebutuhannya.
Adapun contoh yang termasuk kedalam Kegiatan Ekonomi tersebut yaitu :
1.      PRODUKSI
2.      DISTRIBUSI
3.      KONSUMSI


PRODUKSI

Dalam ilmu ekonomi pengertian produksi mengacu pada dua hal, yaitu :
1. produksi yang menghasilkan barang dan jasa baru sehingga dapat menambah jumlah, mengubah bentuk, atau memperbesar ukurannya;

2. produksiyang diartikan sebagai kegiatan untuk meningkatkan atau menambah daya guna suatu barang sehingga lebih bermanfaat. Dari uraian di atas, secara keseluruhan pengertian produksi adalah setiap usaha atau kegiatan manusia untuk menciptakan atau menambah daya guna suatu benda/jasa bagi pemenuhan kebutuhan manusia.
Dalam kegiatan produksi ini tentunya ada banyak hal yang diperlukan seperti Sumber daya manusia, modal, sumber daya alam.
Proses distribusi itu sederhanya dapat digambarkan dalam bagan berikut :



 DISTRIBUSI



Barang yang sudah melewati tahap produksi akan siap untuk dikonsumsi, akan tetapi, barang tersebut harus melewati proses agar barang tersebut sampai pada pembeli , atau yang memesan atau pengguna barang. Distribusi terlebih dahulu, untuk memastikan bahwa barang tersebut berada pada waktu dan lokasi yang tepat ketika konsumen membutuhkannya. Dalam sebuah perekonomian, kegiatan distribusi sangat diperlukan agar tercipta kesesuaian antara ketersediaan barang dengan kebutuhan. Pelaku kegiatan distribusi sendiri disebut sebagai distributor.
Coba teman teman BACAHUB bayangkan jika di Desa kalian adalah penghasil buah jambu mente, tapi bagaimana jadinya jambu mente tersebut kalau tidak ada jalur distribusi, maka jambu mente itu akan terbuang sia-sia dan membusuk. Sehingga pada umumnya seorang produsen menjadikan faktor distribusi sebagai syarat utama sebelum menjalankan usaha, jadi harus ada jalur distribusi yang jelas dan lancar.


KONSUMSI


Dalam pengertian ekonomi, konsumsi diartikan sebagai kegiatan manusia mengurangi atau menghabiskan nilai guna suatu barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhan, baik secara berangsur-angsur maupun sekaligus habis. Pihak yang melakukan konsumsi disebut konsumen.
Kegiatan konsumsi yang dilakukan manusia bertujuan untuk memenuhi kebutuhan hidup atau untuk memperoleh kepuasan setinggi-tingginya sehingga tercapai tingkat kemakmuran. Dengan adanya lapisan masyarakat yang berbeda-beda, tujuan konsumsi juga berbeda pula. Pada masyarakat tradisional yang ditandai dengan peradaban yang belum maju dan kebutuhan masih sederhana, kegiatan konsumsi bertujuan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari guna mempertahankan kelangsungan hidup. Sedangkan pada masyarakat modern, tujuan konsumsi sudah berubah bukan hanya sekadar mempertahankan hidup, tetapi lebih banyak diarahkan untuk kepentingan kesenangan dan prestise (harga diri).




Tim BACAHUB

Sumber belajar/kajian pustaka :
Stoner, Alfred. W, dan C. Haque, Douglas. 1998. Teori Ekonomi. Jakarta: Ghalia Indonesia. 
Gunardi, Tom. 1985. Sistem Perekonomian menurut Pancasila dan UUD 1945, Bandung, Angkasa. 

View Details
Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done

MADE MEKAR